SKKNI

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut Pasal 18 ayat (2) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan disebutkan bahwa pengakuan kompetensi kerja dilakukan melalui sertifikasi kompetensi kerja. Kompetensi kerja disini adalah kemampuan kerja seseorang yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. Sedangkan sertifikasi kompetensi kerja adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada standar kompetensi kerja nasional Indonesia dan/atau internasional.

Sertifikasi kompetensi kerja di bidang perasuransian dilaksanakan dan dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Perasuransian. SKKNI tersebut telah dibahas melalui konvensi yang menghadirkan para pakar di bidang perasuransian, kemudian ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 141 Tahun 2013 tanggal 17 April 2013 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Jasa Keuangan Dan Asuransi, Golongan Pokok Asuransi, Reasuransi Dan Dana Pensiun, Bukan Jaminan Sosial Wajib, Golongan Pokok Jasa Penunjang Untuk Jasa Keuangan, Asuransi Dan Dana Pensiun Dan Lainnya.